KESEHATAN | Pasta Gigi Yang Baik
  Jumat, 25 April 2014, 12:59
home kategori Kesehatan pasta gigi yang baik
Pasta Gigi Yang Baik

pasta-gigi-yang-baik.jpg Rabu, 6 Februari 2013, 14:18
telah dibaca: 731 Orang
komentar: Orang

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan gigi membuat produsen pasta gigi hampir setiap tahun mengeluarkan jenis pasta gigi baru. Lihat saja, pasta gigi yang ada di pasaran tidak lagi seperti pasta gigi dengan rasa segar, tetapi sudah sangat beragam macamnya.

Rasa yang tersedia, dari rasa mint segar, buah-buahan, hingga herbal seperti daun sirih dan siwak. Belum lagi kandungan tambahan seperti baking soda dan pemutih, yang membuat rasa pasta gigi terasa berbeda.

Tidak hanya rasa yang bermacam-macam, penampilan pasta gigi itu juga sangat beragam. Ada yang warnanya merah-putih, biru, hijau, ungu, bahkan bening.

Semua pasta gigi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurut drg Christine M Budiman Sp Ort, sebaiknya masyarakat tidak memakai satu macam pasta gigi saja. "Jarang ada pasta gigi mengandung bahan-bahan yang kita butuhkan secara lengkap. Misalnya, ada pasta gigi yang khusus untuk menimbulkan rasa kesat, ada yang untuk gusi berdarah, dan sebagainya. Jika dia sering mengganti pasta giginya, maka akan semakin baik. Dia akan mendapatkan kelebihan yang dikandung dari tiap-tiap pasta gigi itu," jelas Christine.

Namun, penggantian pasta gigi itu, menurut Christine tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup dihabiskan satu tube pasta gigi, setelah itu baru diganti dengan pasta gigi jenis lain. "Ada orang yang merasa belum sikat gigi jika memakai pasta gigi yang tidak biasa dia pakai. Tetapi itu sebenarnya hanya dorongan hati saja," tegas dokter lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.

Pemakaian satu macam pasta gigi dalam waktu lama juga tidak dianjurkan bagi konsumen yang sedang dalam masa perawatan gigi. Misalnya konsumen yang mengalami gusi berdarah harus memakai pasta gigi khusus. Namun penggunaan pasta gigi ini tidak boleh selamanya. Dia harus mengganti pasta gigi secara bertahap dari yang paling keras ke jenis yang lebih ringan, kemudian kembali ke pasta gigi biasa.

"Jika dia memakai pasta gigi untuk pengobatan itu secara terus-menerus, maka dia tidak akan mendapatkan manfaatnya. Padahal pasta gigi untuk pengobatan biasanya harganya lebih mahal. Jika memang sudah sembuh, untuk apa memakai pasta gigi itu lagi," cetus Christine.

Dia juga mengingatkan konsumen untuk tidak berharap banyak pada pasta gigi pemutih yang dijual bebas. Dikatakan dia, pasta gigi pemutih hanya bermanfaat untuk pemeliharaan, karena pemutihan gigi hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi.

"Pemutihan gigi juga tidak akan membuat gigi putih cemerlang, namun hanya mengembalikan gigi ke warna aslinya. Jadi, jika memang giginya sudah abu-abu karena pengaruh antibiotik, giginya juga akan tetap abu-abu. Gigi tidak akan segera berubah menjadi putih, hanya memang bisa tampak lebih bersih," jelas Christine.

Pemutihan gigi juga tidak bersifat permanen. Artinya, meskipun gigi Anda sudah diputihkan oleh dokter sekalipun, bisa kembali buram jika makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang bisa menimbulkan noda pada gigi. Contohnya, teh, kopi, minuman ringan, karena merokok, dan sebagainya.

"Pemutihan gigi ini hanya berguna untuk estetika saja. Prosesnya pun akan membuat gigi terasa ngilu. Jangan melakukan pemutihan gigi sendiri, tetapi konsultasikan dulu ke dokter untuk mengetahui kondisi klinis gigi Anda," tambah dia.

Begitu juga dengan pemilihan sikat gigi. Banyaknya jenis dan bentuk sikat gigi yang ditawarkan produsen, menurut Christine tidaklah penting. "Yang paling penting adalah cara menyikat dan kondisi sikat gigi. Walau memakai sikat gigi jenis mutakhir, tetapi cara menyikatnya salah, maka risiko gigi rusak tetap ada," tegas Christine.

Menyikat gigi yang benar adalah minimal dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Pada waktu tidur, produksi air liur berkurang sehingga menimbulkan suasana asam di mulut. Jika saat itu ada sisa-sisa makanan di gigi, maka mulut semakin asam dan kuman pun akan tumbuh subur dan membuat lubang pada gigi. Dengan menyikat gigi, maka sifat asam ini bisa dicegah.

Kemudian sikatlah gigi depan dengan arah ke atas dan ke bawah. Untuk gigi samping, sikatlah dengan gerakan memutar dengan sebagian sikat mengenai gigi dan sebagian lagi mengenai gusi. "Gerakan ini memberikan pijatan pada gusi sehingga bisa memperlancar peredaran darah di gusi," ungkap Christine.

Sedangkan gigi bagian dalam disikat dengan arah dari bawah ke atas untuk gigi bagian bawah, dan dari atas ke bawah untuk gigi bagian atas.

Dalam memilih sikat gigi, yang harus diperhatikan adalah kondisi bulu sikat. Pilihlah bulu sikat yang terbuat dari nilon karena sifatnya yang elastis. Selain itu pilihlah bulu sikat yang sesuai dengan diri kita.

Bagi anak-anak dan orang tua, pilihlah bulu sikat yang lembut. Jika orang tua memakai bulu sikat yang keras maka akan mengalami abrasi pada gusi. Jaringan gusi akan kalah dan turun, sehingga akar gigi akan terbuka. Akar gigi yang tidak dilapisi email ini akan terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan panas atau dingin


Tidak Ada Berita Terkait
Cuaca
East Java City: Malang

Weather Conditions: Mostly Cloudy
Sunrise: 5:25 am and Sunset: 5:20 pm
Temperature: 89 Celcius

Forecast For Tomorrow

Weather Conditions: Thunderstorms
low °C: 77 high °C: 84
malang dan sekitarnya
Jadwal Bola
Jadwal Bola Yang Di Tayang kan Televisi Nasional 22-24 April 2014

Berikut jadwal tayangan televisi nasional untuk tanggal 22-24 April 2014.

SELASA, 22 APRIL 2014
ENGLISH PREMIER LEAGUE
02.00 WIB - Manchester City vs West Brom - beIN Sports 3 (Live)

AFC CHAMPIONS ... selengkapnya
Jadwal Tayang Bioskop
--- DIENG ---

THE RAID 2: BERANDAL    
12:30  15:20
    
CAPTAIN AMERICA: THE WINTER SOLDIER    
18:10  20:50
    
TRANSCENDENCE    
13:00  15:25  17:50  20:15
    

--- MATOS ---
Selebritis Dan Artis
[592 p] - [534550 t p] - [1758 hts hr i] - [32206961 t hts] - [11 ol]
All Contact

Untuk informasi lebih jelas anda bisa menghubungi melalui hotline kami di bawah ini

selengkapnya

site and design by animaxline